Freedom vs Wisdom

Sekarang ini, sedang heboh ramai-ramai memprotes mengenai pemuatan kartun Nabi Muhammad di salah satu media massa di Denmark, yang melukai hati umat Islam sedunia, bahkan sampai kedutaan besar Denmark di Syria dan Libanon dirusak dan dibakar. Di Jakarta sendiri, sempat hampir terjadi chaos di Wisma Rajawali (tempat kantor kedutaan Denmark berada), syukurlah sempat diredam, sehingga tidak terjadi kejadian yang berarti.

Terus terang saja, saya pun penasaran seperti apa kartun tersebut, setelah browsing di internet dan melihat langsung, jujur saja - imho - there’s nothing special, tidak ada lucu2nya sama sekali, bahkan yang ada malah penghinaan. Sepengetahuan saya (meskipun saya bukan Muslim), di dalam agama Islam, menggambarkan Nabi Muhammad saja sudah dilarang, apalagi mengkarikaturkannya. Ya kita sebagai sesama umat beragama, wajib menghormati hal tersebut.

Di negara-negara barat yang begitu mengagung-agungkan HAM (human rights), freedom to speech (yang menjadi alasan mereka untuk memuat kartun tersebut) terus terang saja telah melahirkan pelanggaran HAM, khususnya bagi pemeluk agama Islam, karena tidak tidak disertai wisdom in speech. Mestinya, media tersebut harus memperhitungkan reaksi dan dampak negatif dari pemuatan kartun tersebut, bukan cuma semata2 demi kebebasan berbicara, berekspresi dan berkreasi.

Tetapi, saya pun tidak setuju kalau yang menjadi pelampiasan adalah perusakan kantor kedutaan besar / perwakilan negara tersebut, serta dilakukannya ’sweeping’ terhadap  orang2 Denmark yang ada. Mereka tidak bersalah, hanya menjadi korban dari kekonyolan media yang kebablasan.

Semoga media di Indonesia dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari kejadian ini, untuk tidak latah untuk mengaplikasikan freedom to speech. Karena freedom tanpa wisdom, semuanya akan berakhir fatal.

PS: Untuk yang ingin tahu seperti apa kontroversi kartun tersebut - mohon maaf, Anda harus cari sendiri via search engine (Yahoo! atau Google).Apabila Anda merasa memang tidak layak / tidak pantas dilakukan, sebaiknya JANGAN dilakukan.

Leave a Reply