Archive for April, 2006

Kebabmania Jilid 2

Saturday, April 8th, 2006

Opi’s Kebab

180pxdoener_berlin_kraeuter Sebuah restaurant yang menyajikan makanan bernuansa Timur Tengah. Letaknya berada tepat di daerah Kemang Raya. Kalau dari arah traffic light Kemang - Prapanca, letaknya sebelah kiri setelah melewati KFC, sebelum pertigaan Kemang - Bangka Raya.

Dengan menyajikan kebab dan masakan Timur Tengah lainnya dengan rasa yang enak dan harga terjangkau, Opi’s Kebab ingin menjangkau market anak muda.  Sekitar tahun 1998, Opi’s Kebab ini pernah dibuka di daerah Buncit, tetapi karena suatu dan lain hal, mereka menutup tempat itu guna mencari daerah yang lebih strategis. Maka daerah Kemang terasa pas dan cocok karena sejak dibukanya Opi’s Kebab sejak 1 Januari ’05 tempat ini selalu penuh dengan orang yang ingin mencoba Kebab atau mencoba menghisap Shisha yang mereka tawarkan dalam berbagai macam rasa.

Untuk makanan Kebab itu sendiri, terdapat beberapa macam pilihan seperti Beef Kebab, Chicken Kebab, Lamb Kebab, Mix Kebab ( campuran dari chicken, lamb atau beef, sesuai dengan permintaan anda) atau bagi anda yang tidak makan daging, mereka juga menyediakan Vegetarian Kebab. Dan semua kebab mempunyai harga yang sama yaitu Rp. 12.500 per kebab dan dengan porsi yang  sangat besar. Coba Lamb Kebab dan coba Chicken Kebab. Kebab yang dicoba sangat enak, tebal dan pita bread yang sangat garing begitu digigit. Dan di dalam kebab itu sendiri terdapat lettuce, tomat, paprika, meat (chicken, lamb dan beef), tabouli seperti timun jepang dan parcley serta gabungan antara saos mayonnaise dan barbeque sauce dan juga yoghurt sauce. Yummy! dan dengan Rp.12.500,- anda bisa puas! Belum lagi dengan extra topping yang bisa bisa anda mix sendiri seperti mushroom, cheese, green pepper, roasted onion, tabouli dan meat yang harganya antara Rp 2.000 s/d Rp. 3.000,- bisa membuat kebab yang anda mix sendiri mempunyai rasa yang sangat sensasional.

Di dalam restaurant itu sendiri terdapat 3 buah bale-bale yang bisa digunakan untuk 2 orang ataupun lebih dari 5 orang untuk bisa mencoba macam2 kebab mereka atau menghisap Shisha - yang mana tersedia berbagai macam flavour  seperti apel, anggur, vanilla, cappuccino, strawberry serta rasa mint. Hanya dengan Rp 25.000, Anda bisa langsung merasakan rasa dari beberapa flavour
yang sebutkan tadi dan most order flavour mereka adalah vanilla, apel, anggur, strawberry dan cappuccino.

Ada sebuah minuman yang bernama Chae dan ini adalah salah satu minuman yang
wajib dipesan atau dicoba. Hanya dengan Rp.8.000,- Anda bisa merasakan kenikmatan dari teh susu yang dicampur dengan rempah-rempah ini dan rasanya membuat tubuh Anda hangat, ada yang mengatakan bahwa Chae ini juga mempunyai khasiat sebagai penambah tenaga. Jadi, jangan ragu untuk mencoba Chae ini!

Saya pun sudah mencoba makan di Opi Kebab ini dan gak disangka, ternyata ketagihan. Kalau di kategorikan, Kebab di sini dapat bintang 3 untuk originalitas (karena cuma ada ‘Donner’-style), 3 untuk lokasi (parkir gampang dan aman, cuma daerahnya yang macet), 4 untuk harga (sesuai dengan ukuran, pokoknya makan 1 pun kenyang :)).  4 untuk rasa.

A Quiz about My Twin Babies

Saturday, April 8th, 2006

Guess Bisa nebak gak yang mana Darius, yang mana Daniel? :)

Kebabmania Jilid 1

Thursday, April 6th, 2006

Kebab (kebap in Turkish, kabab in Iran, India and Pakistan, also spelled kebob, kabob) means "grilled (or broiled) meat" in Persian and Turkish. Kebab is usually made of lamb and beef, although chicken and fish can be used for some styles. Pork is never used by Muslims because of religious belief but is sometimes used by non-Muslim sellers.There are many varieties of kebab and the term means different things in different countries. The generic term kebab usually refers to döner kebab in Europe and to shish kebab in the United States, though its meaning can vary. Perhaps the earliest recipe is in the tenth-century Kitab al-Tabeekh كتاب الطبيخ (book of cookery) by Ibn Sayyar al-Warraq of Baghdad. His recipe for Kebab Khalis uses thin slices of lean meat, salted and grilled in an ungreased frying pan. (Kebab in Wikipedia)

Kebab Abou Ali

300pxkebab Warung tenda yang baru buka beberapa bulan ini di Jalan Margonda (Depok), dekat perumahan Pesona Kahyangan, jadi kalau dari arah UI, letaknya sebelah kiri jalan. Nah, di Warung Kebab yang bernama "Kebab Abou Ali" ini, dijual Kebab Arab, Kebab India, Kebab Turki. Wah, jarang-jarang nih …

Saya pun sudah mencoba makan di Warung Kebab ini bersama teman saya om Benyamin Fahmie dari Suzuki Jip Indonesia yang sama2 penggemar kebab.  Kalau di kategorikan, Kebab di sini dapat bintang 4 untuk originalitas, 2 untuk tempat (parkir agak susah), 3 untuk harga (agak mahal).

Berikut ini adalah review mengenai Kebab Abou Ali oleh rekan Irvan:

Begitu mendarat, saya disambut oleh seorang bapak berkacamata yang bicara dengan logat sangat "Arabic". Dia bahkan masih berbicara dalam bahasa arab pada anak dan istrinya yang berhijab panjang warna hitam khas arabiyah. Wah, kebab arab asli nih!! Si bapak, yang kemudian saya tahu bahwa dialah Abou Ali (Bapaknya Ali) yang konon masih CBU asli dari Arab (ngomongnya saja masih pake ‘f’ bukan pake ‘p’), memberikan daftar menu. Menunya bergambar dengan nama dan tambahan kode huruf. Paket A1, A2, B1 dst.

Melihat saya kebingungan, Abou Ali yang ramah ini langsung menjelaskan: "Yang Arab, ada 3 macham. Kebab kobideh, barg dan chenjeh. Lalu ada juga soultani yang isinya satu kobideh sama satu barg. Ada juga kebab india sama kebab turk" Bedanya apa? "Kobideh itu satu daging, fanjang kaya’ steak. Kalau barg, itu daging dithumbuk.. Kalau chenjeh, itu daging kambing tafi futus-futus.. Kebab india, daging kita kasi bumbu india. Kalau kebab turki, itu doner kebab" katanya sambil menunjuk panggangan tegak berputar seperti yang biasa kita lihat di.. Doner Kebab. OK, saya pesan satu kebab soultani yang terdiri satu kebab kobideh dan satu barg. Abou Ali lalu membawa sepiring kebab berisi beberapa potong daging yang sudah dimarinate dan ditusuk dengan lempengan besi tipis panjang. "Ini barg, ini kobideh. Funya anda" katanya sambil tersenyum. "Kalau ini, tomat sama chabe.." katanya sambil menunjukkan tomat merah yang dibelah dua, lalu ditusuk dengan lempengan besi. Tusukan daging dan tomat ini kemudian dipanggang di atas bara api dengan kipasan yang pelaan sekali. "Sabar.. harus sabaar.. Saya bisa bikin cefat-cefat, tapi tidak enak.. soalnya nanti luar matang, tapi dalam tidak" katanya.

Lima belas menit kemudian kebab saya siap. Kobideh adalah potongan daging tanpa lemak (sapi? kok saya ga tanya ya?) yang dimarinate dalam campuran bawang bombay dengan lebar sekitar 2 inch, tebal hampir 1 inch dan panjang 6 inch. Dagingnya empuuk banget, tapi dengan serat yang masih terasa sekali. Aroma bawang bombay meresap sampai ke dalam dan terasa pada setiap gigitan. A very simple yet satisfying piece of steak (tanpa saus sama sekali lho!). Barg dibuat dari daging yang digiling bersama bumbunya (dithumbuk, kata Abou Ali). Rasa bawang bombay semakin kuat dan tajam. Tampak ada sedikit jejak lemak pada dagingnya. Teksturnya kasar dan crumbly. Gilingan daging ini dibentuk sama seperti kobideh, fanjang.. Kedua potong daging ini didampingi oleh tomat dan cabe hijau yang dibakar sampai agak hangus, seiris jeruk nipis dan dimakan bersama nasi atau roti. Tentu saya pilih roti bundar tipis, yang saya kenal sebagai Lebanese bread. Roti ini dibuat sendiri oleh Abou Ali. Fresh banget rasanya. Saya sampai tambah rotinya lho.. Sebelum pulang saya beli tambahan roti. Sayang cuma dapat selembar.

Anaknya Abou Ali, si Ali, kemudian cerita: "sebetulnya masih ada, tapi tinggal sedikit, untuk doner kebab (kebab turki). Kalau mau anda bisa fesan, nanti kita bikinkan" Selesai menyantap kebab yang sedap ini, di rumah saya menubruk kopi Toraja keluaran Aroma.. aahh.. ya salaam.. ni’mat.. Alhamdulillah.. wass, irvan

PS : Ancer-ancer lokasi : kalau anda datang dari arah UIwood menuju Depok, maka Abou Ali ada di kiri jalan, persis sebelum Holland Bakery. Atau persis banget di sebrangnya Mr. Celup. Bukanya malem, ba’da maghrib sampai qobla midnight.. Dia juga punya kebab ayam dan salad …

BREAKING NEWS

Tuesday, April 4th, 2006
Puji syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, telah lahir putra kedua dan ketiga kami di RS Bersalin Hermina, Jatinegara dengan selamat:

DANIEL VLADIMIR EUDIA HARIMAN
lahir: 5 April 2006, 3.05 pagi, berat 2300 gr, panjang 46 cm

dan

DARIUS EMMANUEL EUDIA HARIMAN

lahir: 5 April 2006, 3.07 pagi, berat 2270 gr, panjang 46 cm

Kondisi ibu dan bayi semuanya dalam keadaan sehat, dan kami mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan serta doa restu dari kawan-kawan sekalian.

Kami yang berbahagia,
- james & yully -